semuanya penuh dengan kunang-kunang
aku linglung
aku mengerti berjalannya otak ku
tapi orang kedua dalam hidupku menyangkalnya
melarangku untuk melakukannya
ingin ku lepas jerat dalam mulutku, badanku, tanganku
tidak ada yang mengerti dengan kelakuanku
hanya Dia yang tahu
hanya Dia yang dapat membantuku
tapi kapankah bantuan-Nya akan datang
aku terpekur dalam kebisingan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar